Iklan

Iklan

Kemarau Panjang di Sangihe: BPBD Distribusi Air Terkendala Solar,Karhutla Gunung Awu Belum Padam

September 29, 2026, 3:09 PM WIB Last Updated 2026-09-29T07:19:54Z


SANGIHE, Elnusanews – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, hingga kini belum padam sepenuhnya. Situasi ini diperparah oleh kemarau panjang yang memicu kelangkaan air bersih. Ironisnya, upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mendistribusikan air bersih kini terhambat oleh sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.


Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Ch. Labesi, mengungkapkan bahwa titik-titik api masih terpantau di seputar gunung api awu tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan terus bersiaga di lapangan untuk mencegah api meluas.


"Di wilayah Tahuna Barat, misalnya, penanganan sempat ditutup. Namun dalam beberapa hari terakhir, titik api kembali muncul. Oleh karena itu, relawan yang sebelumnya bertugas di Kendahe akan dialihkan kembali ke Tahuna Barat," ujar Wandu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).


Wandu menjelaskan, pemadaman di Kecamatan Kendahe cukup sulit dilakukan karena titik api berada di area lembah yang terjal. Petugas dan relawan saat ini fokus bersiaga di perbatasan kebun warga.


"Kami mengupayakan penyekatan. Jika api sudah mendekati area perkebunan, barulah teman-teman relawan bersama masyarakat, TNI, dan Polri langsung bergerak memadamkannya," jelasnya. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Tahuna Barat dan Kecamatan Tabukan Utara.


Selain medan yang ekstrem, karakteristik tanaman di lereng gunung menjadi tantangan tersendiri. Api kerap bersembunyi di dalam akar pohon pakis.


"Pohon pakis itu menyimpan bara api hingga ke bagian akarnya. Kadang terlihat sudah padam, tapi tiba-tiba menyala lagi. Kebakaran ini baru bisa padam total jika turun hujan lebat sekitar 15 hingga 20 menit," tambahnya.


Dampak kemarau panjang kini meluas pada kelangkaan air bersih di berbagai wilayah di Sangihe. Sayangnya, armada tangki air milik PDAM, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak bisa beroperasi maksimal karena kelangkaan solar.


"Kami kesulitan mendapatkan solar untuk mobil tangki. Jika dipaksakan menggunakan BBM jenis lain non-subsidi, anggarannya terlalu besar. Ini yang membatasi ruang gerak kami," kata Wandu.


Meski demikian, BPBD tetap mengupayakan distribusi ke wilayah kepulauan. Pada Sabtu lalu, petugas telah mengirimkan 4.000 liter air bersih ke Kecamatan Tatoareng. Sementara untuk Kecamatan Nusa Tabukan, BPBD masih berkoordinasi dengan camat setempat guna mematangkan pola distribusi yang aman karena harus mempertimbangkan faktor keselamatan laut.


"Khusus untuk pulau-pulau di Kecamatan Kendahe hingga Marore, kami menyiasatinya dengan menitipkan tandon air di kapal-kapal Sabuk Nusantara. Saat kapal kembali ke jalur Tahuna menuju Marore, kami melakukan pengisian air di sana," urainya.


Mengingat pasokan air bersih yang kian menipis, BPBD mengimbau pemerintah kampung dan masyarakat untuk proaktif mencari alternatif sumber mata air baru di wilayah masing-masing. Warga juga diminta bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan air, dengan memprioritaskan kebutuhan pokok rumah tangga.


Menutup keterangannya, Wandu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir potensi kebakaran pemukiman yang rentan terjadi di musim kering ini.


"Kondisi lingkungan sekitar kita sudah sangat kering, terpicu sedikit saja bisa fatal. Kami meminta para ibu memastikan kompor benar-benar padam setelah memasak. Para petani yang sedang melakukan pengasapan atau memanggang kopra juga harus memastikan bara api padam total sebelum ditinggalkan. Terakhir, bagi para pengendara roda dua maupun roda empat, kami mohon dengan sangat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di jalan," pungkasnya.


(OpMud)


697 dilihat
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kemarau Panjang di Sangihe: BPBD Distribusi Air Terkendala Solar,Karhutla Gunung Awu Belum Padam

Terkini

Topik Populer

Iklan