Iklan

Iklan

Pukau Panggung Dunia, Bupati Sangihe Gaungkan Kearifan Lokal Pesisir di CBD COP17 Armenia

October 23, 2026, 10:36 AM WIB Last Updated 2026-10-23T02:40:53Z


SANGIHE , Elnusanews – Kiprah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menjaga kelestarian ekosistem laut berhasil merebut perhatian dunia. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., tampil memukau sebagai pembicara utama dalam forum internasional UN Biodiversity Conference (CBD COP17) di Yerevan, Armenia, Kamis (22/10/2026).



Dalam sesi side event bertajuk "Advancing GBF targets through community-led coastal fisheries management, nearshore exclusion zones, and OECMs", Bupati Michael Thungari membagikan kisah sukses Sangihe di hadapan para delegasi global. Forum bergengsi yang digelar di Talin Side-event Room 1, Blue Zone ini diinisiasi oleh lembaga Rare, Blue Ventures, serta International Collective in Support of Fishworkers (ICSF), dan disiarkan secara daring ke seluruh dunia.


Hadir sebagai salah satu pemimpin daerah terpilih dalam jejaring global Coastal 500 Champion Indonesia, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa menjaga laut bagi masyarakat Sangihe bukanlah sekadar menjalankan agenda birokrasi atau regulasi di atas kertas.



"Bagi kami di Kepulauan Sangihe, melindungi laut adalah cerminan dari jati diri. Sebagai wilayah kepulauan, seluruh sendi kehidupan, budaya, dan ekonomi masyarakat kami bertumpu secara mutlak pada kesehatan serta kelestarian laut dan wilayah pesisir," ujar Bupati di hadapan para utusan berbagai negara.


Diskusi tingkat tinggi tersebut menyoroti pentingnya tata kelola wilayah pesisir yang digerakkan langsung oleh komunitas lokal (community-led management). Fokus utamanya mencakup penerapan zona eksklusi perairan dekat pantai, kawasan konservasi laut berbasis masyarakat, hingga mekanisme Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM).


Pendekatan empiris yang dipraktikkan di Sangihe dinilai para ahli internasional sangat krusial dalam membantu negara-negara dunia mewujudkan Target 3 dan Target 10 dari Global Biodiversity Framework (GBF). Target tersebut berfokus pada konservasi wilayah daratan dan lautan dunia sebesar 30 persen pada tahun 2030 (target 30x30).


Selain Indonesia yang diwakili oleh Kabupaten Kepulauan Sangihe, forum ini juga membedah praktik baik dari negara kepulauan dan pesisir lain seperti Filipina, Ghana, dan Mozambik. Hasil dari seluruh rangkaian diskusi ini berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan taktis dan skema pembiayaan baru guna mendukung peta jalan nasional 30x30 serta pembaruan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Strategies and Action Plans/NBSAP).


Paparan komprehensif dari orang nomor satu di Sangihe ini menuai apresiasi luas. Langkah diplomasi lingkungan ini diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah global, tetapi juga memperkokoh aliansi strategis, menarik dukungan internasional, serta memperluas jejaring kerja sama lintas negara demi keberlanjutan perlindungan wilayah pesisir di daerah.


(OpMud)


697 dilihat
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pukau Panggung Dunia, Bupati Sangihe Gaungkan Kearifan Lokal Pesisir di CBD COP17 Armenia

Terkini

Topik Populer

Iklan