Iklan

Iklan

Antisipasi Dampak Perbaikan Palapa Ring, Bupati Sangihe Desak Optimalisasi Jaringan Cadangan Morotai–Melonguane

July 29, 2026, 3:58 PM WIB Last Updated 2026-07-29T08:28:51Z


SANGIHE, Elnusanews — Langkah cepat diambil Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe demi mengamankan konektivitas digital di wilayah beranda utara NKRI. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., mendesak optimalisasi jaringan cadangan seiring rencana perbaikan besar-besaran pada infrastruktur Kabel Palapa Ring Tengah segmen Morotai–Melonguane yang terancam lumpuh akibat aktivitas tektonik laut dalam.


Ketegasan tersebut disampaikan Bupati Michael Thungari dalam rapat sosialisasi dan koordinasi darurat di Manado, Selasa (28/7/2026). Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, S.H. Pertemuan strategis ini juga melibatkan Bupati Kepulauan Talaud dan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sebagai tiga daerah terdampak langsung.


Berdasarkan paparan teknis dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kondisi interkoneksi bawah laut saat ini berada dalam status kritis. Hasil asesmen mendeteksi dua inti (core) kabel sudah putus total. Sementara itu, 24 core lainnya dalam kondisi high bending atau terjepit akibat pergeseran kerak bumi bawah laut. Jika tidak segera dievakuasi dan diperbaiki, jaringan telekomunikasi tiga kabupaten kepulauan tersebut terancam putus total sewaktu-waktu.


Kerusakan parah ini dipicu oleh rentetan aktivitas seismik kuat di utara Sulawesi. Tercatat, wilayah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026, yang kemudian disusul oleh gempa megathrust bermagnitudo 7,7 pada 8 Juni 2026 silam.


Tingkat kesulitan perbaikan dilaporkan sangat tinggi. Titik kerusakan berada di palung laut berkedalaman 3.400 meter, berjarak sekitar 95 kilometer dari Stasiun Palapa Ring Morotai. Operasi ini wajib mengerahkan kapal khusus berkemampuan deep-sea recovery dan robot bawah air berteknologi tinggi.


Merespons potensi ancaman isolasi digital tersebut, Bupati Sangihe Michael Thungari langsung mengajukan lima tuntutan taktis kepada Komdigi dan BAKTI:


Pertama, jalur Manado–Ondong (Siau) harus segera ditingkatkan keandalannya sebagai tulang punggung (backbone) utama interkoneksi tiga kabupaten selama masa kritis. Kedua, BAKTI wajib mengoptimalkan 106 titik layanan internet gratis yang tersebar di puskesmas, sekolah, dan kantor kapitalaung (desa) di Sangihe agar pelayanan publik tetap hidup.


Ketiga, operator seluler, khususnya Telkomsel, didorong memaksimalkan kapasitas jaringan radio terestrial dan cadangan berbasis satelit secara simultan. Keempat, seluruh Internet Service Provider (ISP) wajib transparan mengenai kualitas jaringan dan memberikan regulasi kompensasi bagi konsumen yang dirugikan selama masa pemeliharaan.


Kelima, yang paling krusial, Bupati mendesak Komdigi dan BAKTI melakukan intervensi serta koordinasi cepat dengan pihak Starlink. Pemerintah pusat diminta melobi penyedia satelit orbit bumi rendah (LEO) tersebut untuk mengalokasikan prioritas kapasitas bandwidth khusus ke wilayah Sangihe, Talaud, dan Sitaro selama masa darurat perbaikan.


Menutup keterangannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mulai menghemat penggunaan kuota internet untuk hal-hal yang kurang produktif. Pemkab Sangihe memastikan akan mengawal ketat proses mitigasi ini bersama Komdigi, BAKTI, dan para vendor telekomunikasi demi menjamin roda pemerintahan dan aktivitas ekonomi warga tetap berputar normal.


(OpMud)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Antisipasi Dampak Perbaikan Palapa Ring, Bupati Sangihe Desak Optimalisasi Jaringan Cadangan Morotai–Melonguane

Terkini

Iklan