Iklan

Iklan

Diisukan Bebankan Biaya Perpisahan ke Sekolah, Plt Kadisdik Sangihe: Itu Tidak Benar, Murni Dana Pribadi

July 29, 2026, 6:52 PM WIB Last Updated 2026-07-29T10:52:25Z


SANGIHE, Elnusanews  – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Julien Manangkalangi, angkat bicara terkait isu liar yang beredar di media sosial. Isu tersebut menuduh adanya pungutan biaya kepada sekolah-sekolah dan bidang-bidang di dinas untuk mendanai acara perpisahan kepala dinas.


Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (29/7/2026), Julien menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar kuat.


"Apa yang beredar tersebut tidak benar. Jika ada pihak yang datang dan meminta penjelasan, kami tegaskan bahwa kami sama sekali tidak mengetahui hal tersebut," ujar Julien mengklarifikasi.


Sebelumnya, sempat beredar sebuah narasi di Grup Potensi Pembangunan Sangihe Nusa Utara  yang mempertanyakan transparansi dinas. Unggahan tersebut mengklaim adanya beban biaya sebesar Rp110 ribu untuk setiap sekolah (TK, SD, SMP) dan Rp1,5 juta untuk setiap bidang di lingkup Dinas Pendidikan Sangihe demi menyelenggarakan acara perpisahan.


Menanggapi hal itu, Julien menjelaskan bahwa acara yang akan digelar bukanlah pesta perpisahan yang mewah, melainkan sebuah ibadah syukur atas penugasan dan pemeliharaan Tuhan. Ia memastikan seluruh biaya operasional acara tersebut murni bersumber dari kantong pribadinya, bukan dari anggaran sekolah atau ASN.


"Mengenai acara ibadah syukur, itu murni atas panggilan hati nurani saya pribadi. Kami menyiapkan acara tersebut untuk keluarga dan para tamu undangan. Semua kebutuhan—mulai dari pendeta, pemain musik, catering, hingga hidangan utama—semuanya menggunakan dana pribadi saya. Saya tidak meminta atau mengharapkan bantuan dari orang lain," tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa dinas tidak pernah mengeluarkan instruksi atau arahan apa pun terkait pemungutan liar tersebut. Julien mempersilakan jika ada rekan sejawat yang ingin hadir secara sukarela, namun menolak keras adanya unsur paksaan atau penentuan tarif tertentu.


"Sama sekali tidak ada (pungutan). Kecuali kalau ada bukti yang menunjukkan ada kewajiban bagi setiap orang, itu berbeda. Tanpa bermaksud sombong, untuk acara pribadi di rumah saja kami mampu menyelenggarakannya, apalagi hanya untuk ibadah syukur di kantor," lanjut Julien.


Di akhir pernyataannya, Julien menyebut momen ini juga menjadi bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan daerah kepadanya."Ini merupakan bentuk rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan. Masa untuk menjamu pimpinan dan tamu yang datang kita tidak bersiap? Tentu kita siapkan sebaik mungkin," pungkasnya.


(OpMud)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diisukan Bebankan Biaya Perpisahan ke Sekolah, Plt Kadisdik Sangihe: Itu Tidak Benar, Murni Dana Pribadi

Terkini

Iklan