SANGIHE, Elnusanews – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari (Tuari) berkomitmen penuh untuk menuntaskan kewajiban finansial daerah. Mulai tahun ini, paket pemerintahan Tuari memastikan akan membayar utang dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara penuh selama satu tahun anggaran, dengan total nominal mencapai lebih dari Rp40 miliar.
Langkah berani ini menegaskan kesiapan dan tanggung jawab moral pemerintahan Tuari dalam menyelesaikan kewajiban keuangan yang ditinggalkan oleh masa pemerintahan sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, kepada sejumlah awak media usai menghadiri Rapat Paripurna Pengambilan Persetujuan Bersama Terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD, Jumat (17/7/2026).
"Jika pada tahun-tahun sebelumnya kita masih mengajukan permohonan relaksasi, maka pada tahun ini tidak lagi. Pokok dan bunga utang PEN akan kita bayarkan penuh selama satu tahun, nilainya mencapai 40 miliar rupiah lebih," tegas Bupati Michael Thungari.
Bupati menjelaskan bahwa pelunasan utang ini merupakan bentuk komitmen nyata dari pemerintahan Tuari demi menjaga kredibilitas dan fiskal daerah. Bagi Bupati , keberlanjutan roda pemerintahan menuntut sikap kesatria untuk menghadapi setiap konsekuensi kebijakan, termasuk dalam urusan pinjaman daerah.
"Ketika kita berutang, kita harus siap membayar. Ini adalah komitmen dari pemerintahan Tuari. Kami harus melunasi utang ini, walaupun program pinjaman tersebut berasal dari masa pemerintahan sebelumnya," pungkasnya di hadapan awak media.
Langkah pengalokasian dana sebesar Rp40 miliar lebih untuk pembayaran utang PEN ini dipastikan akan memengaruhi postur belanja daerah pada tahun anggaran berjalan. Meski begitu, komitmen ketat ini diharapkan mampu memulihkan kapasitas pinjaman dan memperkuat fondasi ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan.
(OpMud)
