Iklan

Iklan

Mural di Boulevard Tidore Ditekan Hapus, Ronny Serang: Ngapain Teriak Merdeka Kalau Karya Dibungkam

August 12, 2026, 3:39 PM WIB Last Updated 2026-08-12T07:39:28Z


SANGIHE, Elnusanews — Tekanan terhadap penghapusan karya mural di Boulevard Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memicu reaksi keras dari tokoh pemuda Nusa Utara, Ronny Paulus Serang.


Ronny mengecam keras adanya upaya intervensi atau intimidasi yang memaksa masyarakat menghapus ekspresi seni tersebut. Menurutnya, tindakan bungkam terhadap kreativitas pemuda mencederai esensi kemerdekaan, terlebih menjelang perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.


"Dari sisi kreativitas kita tidak merdeka. Ngapain kita berteriak merdeka-merdeka 81 tahun, kalau sekadar mural saja kita terganggu," ujar Ronny Paulus Serang kepada media ini, Rabu (12/8/2026).


Ronny menegaskan bahwa pembuatan mural di kawasan Boulevard tersebut murni merupakan gerakan spontanitas anak muda Kelurahan Tidore. Ia memastikan tidak ada aktor atau kepentingan politik tertentu yang menggerakkan aksi tersebut.


Oleh karena itu, ia meminta semua pihak—baik pemerintah maupun tokoh masyarakat—untuk melihat karya tersebut secara objektif sebagai bentuk seni, bukan sebagai ancaman.


"Apa pun yang timbul di sana, selama tidak mengganggu kamtibmas atau menggunakan lambang-lambang yang dilarang undang-undang, silakan. Ini adalah bagian dari kreativitas anak muda Tahuna Timur, khususnya di Kelurahan Tidore," tegasnya.


Menanggapi anggapan bahwa mural tersebut bermuatan sindiran atau kritik terhadap pihak tertentu, Ronny menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam alam demokrasi. Seni visual merupakan media penyampai aspirasi yang sah ketika jalur komunikasi formal tersumbat.


"Kalau itu dimaknai sebagai kritik, ya kita harus berbenah. Berarti masyarakat sekarang sudah tidak lagi berdiam diri ketika ada hal yang dianggap tidak mewakili aspirasi mereka. Ini sinyal bahwa masyarakat merasa ada ketidakadilan," lanjut Ronny.


Ia menyayangkan jika karya yang membutuhkan proses berpikir dan konsep matang ini harus lenyap hanya karena ego segelintir pihak.


"Jangan sampai kreativitas anak muda ini dikekang hanya karena keinginan satu-dua orang yang merasa tersindir. Membuat mural itu tidak mudah, butuh konsep. Ini adalah seni mengkritik dalam bentuk karya yang harus dihargai oleh siapa pun di negeri ini," tambahnya.


Ronny mengaku mendengar informasi adanya tekanan dan desakan yang diarahkan kepada warga setempat untuk segera mengecat ulang atau menghapus mural-mural tersebut. Ia menyebut tindakan intervensi itu sebagai langkah yang sangat keliru.


Di momen menjelang 17 Agustus, euforia kemerdekaan seharusnya diisi dengan ruang kreativitas yang merdeka, bukan dengan aksi pembungkaman yang memicu ketakutan.


"Saya mendengar ada tekanan terhadap masyarakat di sana untuk menghapus gambar itu. Itu keliru, sesuatu yang sangat keliru karena tidak menghargai konsep dan euforia anak muda menjelang 81 tahun Indonesia merdeka. Siapa pun itu, mari kita pandang ini sebagai karya yang harus diapresiasi, bukan dibungkam," pungkasnya.


(OpMud)


697 dilihat
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mural di Boulevard Tidore Ditekan Hapus, Ronny Serang: Ngapain Teriak Merdeka Kalau Karya Dibungkam

Terkini

Iklan